1.1
Pendahuluan
Alat
konstruksi atau alat berat adalah alat yang di buat untuk membantu pengerjaan
proyek konstruksi yang sifatnya berat untuk mempermudah dan mempercepat
kegiatan suatu proyek konstruksi, seperti : menggali, mengangkut, memuat,
memindah, dll. Pemakaian alat berat ini juga dimaksudkan agar proyek lebih aman
dan hemat dalam manajemen baik waktu maupun tenaga.
Pada
saat proyek konstruksi akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang
akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai
merupakan salah satu factor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat
yang dipilih harus tepat sehingga proyek akan berjalan dengan lancar, kesalahan
dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan proyek berjalan tidak lancar.
Dengan keterlambatan penyelesaian proyek maka akan berakibat pada biaya yang
akan membengkak dan waktu yang lebih lama.
1.2
Kondisi Lapangan
Proyek Konstruksi
1.2.1
Proyek
Konstruksi
Proyek adalah serangkaian aktivitas dalam jangka
waktu tertentu/terbatas dengan sumber daya tertentu/terbatas. Proyek
merupakan gabungan dari berbagai sumber
daya yg dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai sasaran
tertentu.
Karakteristik proyek :
a.
Waktu terbatas à Proyek konstruksi memiliki jangka
waktu (durasi),
b.
Hasilnya tidak berulang à Setiap proyek memiliki bentuk dan
manajemen yang berbeda-beda.
c.
Memiliki tahapan à Plannning, Design, Construction, Operation
d.
Lokasi tertentu
e.
Spesifikasi tertentu
1.2.2
Sifat-Sifat
Tanah
Tanah adalah suatu agregat butir-butir
mineral yang terbentuk dari bahan-bahan organic (tumbuh-tumbuhan) dan
non-organik (aktivitas vulkanologi). Terbentuknya
lapisan tanah merupakan proses sedimentasi partikel-partikel hasil pelapukan
batuan sedara alamiah, mekanis, dan kimiawi. Berdasarkan ukuran butiran tanah,
suatu tanah dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu : tanah lempung, lanau,
pasir dan kerikil. Seperti yang ketahui tanah tidak mempunyai sifat-sifat yang
khas, berbeda dengan beton dan baja.
Tanah dalam
keadaan alam terdiri dari 2 bagian yaitu bagian padat (solids) dan bagian pori
(voids). Bagian padat terdiri dari partikel-partikel tanah yang padat,
sedangkan bagian pori berisi air dan atau
udara. Sifat-sifat fisik tanah yang perlu kita ketahui antara lain :
a.
Batas-batas
konsistensi
b.
Kadar
air
c.
Kepadatan
d.
Berat
e.
Volume
f.
Gradasi
Selain itu dalam perencanaan yang
berhubungan dengan tanah dibutuhkan data antara lain : permeabilitas, porositas, konsolidasi, dan
kekuatan geser. Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap volume tanah yang
dijumpai dalam usaha pemindahan tanah yaitu :
a.
Keadaan
asli (Bank material) : keadaan tanah sebelum diadakan pengerjaan, ukuran tanah
biasanya dinyatakan dalam ukuran alam, bank measure (BM), ini digunakan sebagai
dasar perhitungan jumlah pemindahan tanah.
b.
Keadaan
lepas (loose material) : keadaan tanah setelah diadakan pengerjaan (disturb),
tanah demikian misalnya terdapat di atas dump truck, bucket dan sebagainya.
Ukuran volume tanah dalam keadaan lepas biasanya dinyatakan dalam loose measure
(LM), yang besarnya sama dengan [BM + (% swell x BM)], swell = kembang.
c.
Keadaan
padat (compacted material) : keadaan tanah setelah ditimbun kembali kemudian
dipadatkan. Volume tanah setelah diadakan pemadatan mungkin lebih besar atau
lebih kecil dari volume dalam keadaan bank, hal ini tergantung usaha pemadatan
yang kita lakukan.

Gambar 1.1
Keadaaan tanah: asli/bank, lepas/loose, dan padat/compact
Tabel
1.1 Deskripsi tanah berdasarkan ukuran butir beserta berat volume dalam keadaan
asli
|
Nama Umum
|
Diameter Butir
(mm)
|
Berat Volume
Asli (T/m3)
|
|
Kerikil (gravel)
-Pecah
-Bulat
|
2.0 – 50.00
|
1.70 – 1.80
1.80 – 1.90
|
|
Pasir
(sand)
- kering
- sedang
- basah
|
0.05 – 2.00
|
1.40 – 1.50
1.60 – 1.75
1.80 – 1.90
|
|
Lempung dan Lanau
-Kering
-Basah
|
0.001 – 0.05
|
1.60 – 1.80
1.90
– 2.1
|
|
Batu Pecah
|
>50
|
1.55 – 1.65
|
|
Tanah
-kering
-basah
|
Campuran
|
1.50 – 1.60
1.60 – 1.70
|
Tabel 1.2 Faktor perubahan volume tanah
|
Tanah asli
|
Perubahan volume tanah
|
||
|
Asli
|
Lepas
|
Padat
|
|
|
Pasir
|
1.00
|
1.11
|
0.95
|
|
Lempung kepasiran
|
1.00
|
1.25
|
0.90
|
|
Lempung
|
1.00
|
1.25
|
0.90
|
|
Tanah berkerikil
|
1.00
|
1.18
|
1.08
|
|
Kerikil
|
1.00
|
1.18
|
1.08
|
|
Kerikil padat
|
1.00
|
1.42
|
1.29
|
|
Granit
basalt dan batuan keras
|
1.00
|
1.70
|
1.31
|
|
Batu pecah
|
1.00
|
1.75
|
1.40
|
Tabel
1.3 Perbandingan volume dalam berbagai
keadaan untuk
bermacam-macam
tanah
|
Nama Umum
|
L=
|
C=
|
|
Kerikil (gravel)
|
1.05-1.25
|
0.80-1.00
|
|
Pasir (sand)
|
1.10-1.30
|
0.80-1.00
|
|
Lempung dan Lanau
|
1.15-1.35
|
0.80-1.00
|
|
Batu Pecah
|
1.65-1.75
|
1..25-1.35
|
|
Tanah
|
1.20-1.30
|
0.85-0.95
|
Tabel 1.4 Faktor pengembangan tanah
|
Jenis tanah
|
Swell (% BM)
|
Factor muat
|
|
Pasir
Tanah
permukaan
Tanah
biasa
Lempung
(clay)
Batu
|
5-10
10-25
20-45
30-60
50-60
|
0,89-0,90
0,88
0,79-0,81
0,72-0,73
0,61
|
Perlu diketahui bahwa angka-angka pada table
diatas tidak pasti (exact), tergantung dari berbagai factor yang dijumpai
secara nyata di lapangan. Selain keadaan tadi, perlu diketahui factor tanah
lain yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas alat berat.
Factor yang dimaksud antara
lain :
- Berat material
Berat material
ini dihitung dalam satuan berat ( kg, ton, lb ) per m³, biasanya dihitung dalam
keadaan asli atau lepas, berat material ini akan berpengaruh terhadap volume
yang diangkut/didorong. Hubungannya dengan Draw Bar Pull (DBP) atau tenaga
tarik.
- Kekerasan
Jelas bagi kita
bahwa tanah yang lebih keras akan lebih sukar untuk dikerjakan oleh alat,
kekerasan tanah ini juga berpengaruh terhadap produktivitas alat. Pengukuran
kekerasan tanah dapat dilakukan dengan shear meter, seismic (suara/getaran),
pengeboran, dll.
- Daya ikat (kohesivitas)
Merupakan
kemampuan untuk saling mengikat di antara butir tanah itu sendiri, sifat ini
jelas berpengaruh terhadap alat, misalnya pengaruh terhadap spillage factor
(factor luber).
- Bentuk (Shape of material)
Bentuk material
yang dimaksudkan disini didasarkan pada ukuran butir kecil akan terdapat rongga
yang berukuran kecil pula, demikian pula pada tanah dengan ukuran butir yang
besar membentuk rongga yang besar. Ukuran butir ini berpengaruh terhadap
pengisian bucket, dengan mengingat munjung (heaped) dan rongga tanah yang ada
dalam bucket.
Cara menghitung
perubahan volume dari berbagai keadaan tanah :
·
Swell
Sw =
x 100% .…(1.1)
·
Shrinkage
(penyusutan)
Sh =
x 100% ….(1.2)
Dimana:
Sw : swell = % pengembangan
Sh : shrinkage = % penyusutan
B : berat
jenis tanah keadaan asli
L : berat
jenis tanah keadaan lepas
C : berat
jenis tanah keadaan padat
Cara lain adalah dengan menggunakan Load Faktor (LF)
ialah persentase pengurangan density material dalam keadaan asli menjadi keadan
lepas. LF ditentukan sebagai berikut.
LF = 
=
….(1.3)
Volume tanah asli = LF x volume tanah lepas, dengan
demikian :
Sw = (
- 1 )x 100%
= [
- 1 ]x 100%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar