Selasa, 10 Juli 2012

PROYEK KONSTRUKSI DAN PERALATANNYA




1.1        Pendahuluan

Alat konstruksi atau alat berat adalah alat yang di buat untuk membantu pengerjaan proyek konstruksi yang sifatnya berat untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan suatu proyek konstruksi, seperti : menggali, mengangkut, memuat, memindah, dll. Pemakaian alat berat ini juga dimaksudkan agar proyek lebih aman dan hemat dalam manajemen baik waktu maupun tenaga.

Pada saat proyek konstruksi akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu factor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih harus tepat sehingga proyek akan berjalan dengan lancar, kesalahan dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan proyek berjalan tidak lancar. Dengan keterlambatan penyelesaian proyek maka akan berakibat pada biaya yang akan membengkak dan waktu yang lebih lama.

1.2        Kondisi Lapangan Proyek Konstruksi
1.2.1        Proyek Konstruksi
Proyek adalah serangkaian aktivitas dalam jangka waktu tertentu/terbatas dengan sumber daya tertentu/terbatas. Proyek merupakan  gabungan dari berbagai sumber daya yg dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai sasaran tertentu. Karakteristik proyek :
a.       Waktu terbatas à Proyek konstruksi memiliki jangka waktu (durasi),
b.      Hasilnya tidak berulang à Setiap proyek memiliki bentuk dan manajemen yang berbeda-beda.
c.       Memiliki tahapan à Plannning, Design, Construction, Operation
d.      Lokasi tertentu
e.       Spesifikasi tertentu

1.2.2        Sifat-Sifat Tanah
Tanah adalah suatu agregat butir-butir mineral yang terbentuk dari bahan-bahan organic (tumbuh-tumbuhan) dan non-organik (aktivitas vulkanologi). Terbentuknya lapisan tanah merupakan proses sedimentasi partikel-partikel hasil pelapukan batuan sedara alamiah, mekanis, dan kimiawi. Berdasarkan ukuran butiran tanah, suatu tanah dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu : tanah lempung, lanau, pasir dan kerikil. Seperti yang ketahui tanah tidak mempunyai sifat-sifat yang khas, berbeda dengan beton dan baja.

Tanah dalam keadaan alam terdiri dari 2 bagian yaitu bagian padat (solids) dan bagian pori (voids). Bagian padat terdiri dari partikel-partikel tanah yang padat, sedangkan bagian pori berisi air dan atau  udara. Sifat-sifat fisik tanah yang perlu kita ketahui antara lain :
a.       Batas-batas konsistensi
b.      Kadar air
c.       Kepadatan
d.      Berat
e.       Volume
f.       Gradasi
Selain itu dalam perencanaan yang berhubungan dengan tanah dibutuhkan data antara lain :  permeabilitas, porositas, konsolidasi, dan kekuatan geser. Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap volume tanah yang dijumpai dalam usaha pemindahan tanah yaitu :
a.       Keadaan asli (Bank material) : keadaan tanah sebelum diadakan pengerjaan, ukuran tanah biasanya dinyatakan dalam ukuran alam, bank measure (BM), ini digunakan sebagai dasar perhitungan jumlah pemindahan tanah.
b.      Keadaan lepas (loose material) : keadaan tanah setelah diadakan pengerjaan (disturb), tanah demikian misalnya terdapat di atas dump truck, bucket dan sebagainya. Ukuran volume tanah dalam keadaan lepas biasanya dinyatakan dalam loose measure (LM), yang besarnya sama dengan [BM + (% swell x BM)], swell = kembang.
c.       Keadaan padat (compacted material) : keadaan tanah setelah ditimbun kembali kemudian dipadatkan. Volume tanah setelah diadakan pemadatan mungkin lebih besar atau lebih kecil dari volume dalam keadaan bank, hal ini tergantung usaha pemadatan yang kita lakukan.


Gambar 1.1  Keadaaan tanah: asli/bank, lepas/loose, dan padat/compact


Tabel 1.1 Deskripsi tanah berdasarkan ukuran butir beserta berat volume dalam keadaan asli

Nama Umum
Diameter Butir (mm)
Berat Volume Asli (T/m3)
Kerikil (gravel)
-Pecah
-Bulat
2.0 – 50.00


1.70 – 1.80
1.80 – 1.90
Pasir (sand)
- kering
- sedang
- basah
0.05 – 2.00

1.40 – 1.50
1.60 – 1.75
1.80 – 1.90
Lempung dan Lanau
-Kering
-Basah
0.001 – 0.05

1.60 – 1.80
1.90             – 2.1
Batu Pecah
>50
1.55 – 1.65
Tanah
-kering
-basah
Campuran

1.50 – 1.60
1.60 – 1.70






                        Tabel 1.2  Faktor perubahan volume tanah

Tanah asli
Perubahan volume tanah
Asli
Lepas
Padat
Pasir
1.00
1.11
0.95
Lempung kepasiran
1.00
1.25
0.90
Lempung
1.00
1.25
0.90
Tanah berkerikil
1.00
1.18
1.08
Kerikil
1.00
1.18
1.08
Kerikil padat
1.00
1.42
1.29
Granit basalt dan batuan keras
1.00
1.70
1.31
Batu pecah
1.00
1.75
1.40



Tabel 1.3  Perbandingan volume dalam berbagai keadaan untuk
bermacam-macam tanah

Nama Umum
L=
C= 
Kerikil (gravel)
1.05-1.25
0.80-1.00
Pasir (sand)
1.10-1.30
0.80-1.00
Lempung dan Lanau
1.15-1.35
0.80-1.00
Batu Pecah
1.65-1.75
1..25-1.35
Tanah
1.20-1.30
0.85-0.95



Tabel 1.4  Faktor pengembangan tanah

Jenis tanah
Swell (% BM)
Factor muat
Pasir
Tanah permukaan
Tanah biasa
Lempung (clay)
Batu
5-10
10-25
20-45
30-60
50-60
0,89-0,90
0,88
0,79-0,81
0,72-0,73
0,61

Perlu diketahui bahwa angka-angka pada table diatas tidak pasti (exact), tergantung dari berbagai factor yang dijumpai secara nyata di lapangan. Selain keadaan tadi, perlu diketahui factor tanah lain yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas alat berat.



Factor yang dimaksud antara lain :
  1. Berat material
Berat material ini dihitung dalam satuan berat ( kg, ton, lb ) per m³, biasanya dihitung dalam keadaan asli atau lepas, berat material ini akan berpengaruh terhadap volume yang diangkut/didorong. Hubungannya dengan Draw Bar Pull (DBP) atau tenaga tarik.
  1. Kekerasan
Jelas bagi kita bahwa tanah yang lebih keras akan lebih sukar untuk dikerjakan oleh alat, kekerasan tanah ini juga berpengaruh terhadap produktivitas alat. Pengukuran kekerasan tanah dapat dilakukan dengan shear meter, seismic (suara/getaran), pengeboran, dll.
  1. Daya ikat (kohesivitas)
Merupakan kemampuan untuk saling mengikat di antara butir tanah itu sendiri, sifat ini jelas berpengaruh terhadap alat, misalnya pengaruh terhadap spillage factor (factor luber).
  1. Bentuk (Shape of material)
Bentuk material yang dimaksudkan disini didasarkan pada ukuran butir kecil akan terdapat rongga yang berukuran kecil pula, demikian pula pada tanah dengan ukuran butir yang besar membentuk rongga yang besar. Ukuran butir ini berpengaruh terhadap pengisian bucket, dengan mengingat munjung (heaped) dan rongga tanah yang ada dalam bucket.
Cara menghitung perubahan volume dari berbagai keadaan tanah :
·         Swell
Sw = x 100%                                                                            .…(1.1)
·         Shrinkage (penyusutan)
Sh = x 100%                                                                            ….(1.2)
Dimana:
Sw       : swell = % pengembangan
Sh        : shrinkage = % penyusutan
B         : berat jenis tanah keadaan asli
L          : berat jenis tanah keadaan lepas
C         : berat jenis tanah keadaan padat

Cara lain adalah dengan menggunakan Load Faktor (LF) ialah persentase pengurangan density material dalam keadaan asli menjadi keadan lepas. LF ditentukan sebagai berikut.

LF       =
=                                                                ….(1.3)

Volume tanah asli = LF x volume tanah lepas, dengan demikian :
Sw       = (  - 1 )x 100%
            = [ - 1 ]x 100%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar